Arsip Blog
Muslimah Prestatif dan Produktif
Muslimah Prestatif dan Produktif
Salah telak hipotesa kesetaraan gender versi feminis garis keras yang mengkambinghitamkan Islam menjadi agama yang menghalangi para perempuan untuk mampu produktif dan berkembang dengan seperangkat aturan bagi para penganutnya. Jika islam dituding sebagai agama yang mengekang, bahwa Islam menghilangkan hak-hak wanita dan memenjarakannya di dalam rumah bak burung dalam sangkar, maka sungguh sama sekali anggapan itu harus ditepiskan. Kembali membuka untaian kalam di Al- Qur’an, kita bisa dibuat terpana ketika menemukan fakta, bahwa justru Islamlah satu satunya agama yang menampilkan gambaran bahwa perempuan muslimah adalah kaum yang memiliki beragam hak istimewa.
Al- Qur’an menggambarkan bahwa perempuan muslimah memiliki hak untuk dapat berpacu menggapai beragam kemandirian. Kemandirian dalam bidang politik, kemandirian ekonomi ,kemandirian di dalam menentukan pilihan-pilihan pribadi, kemandirian dalam menyerukan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, kemandirian dalam belajar serta beragam kemandirian lain. Dari kemandirian kemandirian itulah diharapkan mampu mencetak kader muslimah yang produktif dan progress di bidangnya masing masing.
Gambaran ideal yang sedemikian tersebut diatas mungkin tidak akan ditemukan di dalam kitab-kitab suci lain. Tidaklah mengherankan jika pada masa Nabi ditemukan sejumlah perempuan yang luar biasa. Mereka merefleksikan beragam kemandirian yang idealnya mampu dicapai oleh para muslimah. Aturan islam bukanlah pagar betis yang menghalangi wanita untuk memiliki prestasi setara bahkan lebih dari kaum pria. Sejarah mencatat Khodijah adalah pebisnis wanita yang tangguh dan disegani di jamannya, Aisyah adalah wanita cendekiawan yang cerdas dan mumpuni, perowi ribuan hadist, serta tempat belajar para sahabat, setelah nabi wafat. Ummu Sulaim seorang da’i wanita yang dakwahnya menggelora, Asma binti Yazid pun juga tercatat wanita ahli ceramah dan diplomasi yang hebat.
Di Era sekarang, marilah sejenak melongok seraya mengacungkan jempol untuk para muslimah produktif ini. Bunda marwah Daud Ibrahim, sanggat banga dengan predikatnya sebagai muslim ketika meraih gelar Doktor di Washinton University, U.S dengan predicat distinction. Dahlia Mogahed karena kepiawainya menjadi satu satunya perempuan muslimah berjilbab yang diangkat bekerja di Gedung putih AS. Profesor Samira Ibrahim, dengan jilbab besarnya , tak menghalangi dia menjadi Duta International Organisasi Kesehatan Dunia. Professor Dr. Bina Shaheen menjadi salah satu pendiri Organisasai ilmuwan wanita dunia . Saamena Shah dengan sangat bangga akan kemuslimahannya berkarir dalam kegiatan Workshop on Machine Learning Canada, sebuah bengkel kerja berskala Internasional di Kanada Ia mengembangakn inovasi algoritma dalam proses belajar kognitif melalui komputerisasi. Prestasinya mengembangkan Global optimizer telah diakui dunia Internasional. Anousheh ansary, muslimah ini mengorbit ke angkasa raya bersama Soyuz – TMA 9 dari Baikonur Cosmodrome. Subhanallah dan masih banyak lagi
Mereka adalah bukti kasat mata bahwa wanita muslimah tetap memiliki kans untuk tetap bergumul dengan segudang prestasi dan produktivitas. Mempersiapkan para muslimah yang bersiap untuk menoreh progress dan menelurkan karya kerja produktif dalam lingkar dakwah dan kebaikan menjadi sebuah tantangan bagi kaum muslimah sendiri. Sebuah tangung jawab personal yang hendaknya menjadi kesadaran diri yang tersematkan di masing masing pribadi.
Muslimah adalah para ibu yang menjadi madrasah kunci perbaikan umat. Dari sanalah rahim rahim kejayaan Islam akan ditumbuhkan demi tegaknya kemuliaan diin-ini.. Untuk itu usaha perbaikan diri muslimah dengan konsistensi penuh dalam menegakkan kemuliaan Islam adalah sebuah cita cita abadi, dan tujuan yang mulia dari pilar pilar proyek perbaikan umat. Pilihan kita untuk mampu berusaha produktif sekaligus prestatif di bidang yang kita geluti tak lagi bisa ditawar tawar lagi. Dari produktivitas itulah akan muncul spirit untuk mampu membawa gemilang agama ini melalui karya dan prestasi yang kita telurkan untuk umat dan dunia.
ditulis oleh Erny ratnawati-
Solo.15 Juli 2011

