Arsip Blog

Detak semangat mereka tak kenal kata mati

#1.Catatan inspirasi

Bismillahirrohmanirrohim

Detak semangat mereka tak kenal kata mati

Setengah jam membaca beberapa biografi singkat para imam besar dan ulama yang luar biasa itu memang terasa sangat menggetarkan hati. Saya selalu berdecak kagum dengan mereka yang seolah detak semangatnya tak pernah kenal kata mati

Meski harus terkungkung dengan kehidupan di dalam penjara yang pengab nan sesak, tak pernah menyurutkan mereka untuk menorehkan tinta tinta kebaikan. Mereka tetap membaca dan menulis,dan terus melakukannya bahkan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan sekalipun. Dari tangan tangan mulia itulah kemudian lahir karya karya fenomenal yang mengguncang dunia.

Imam Ibnu Taimiyah – seorang ulama besar pengusung panji kebenaran dan ketakwaan itu mampu menyelesaikan beberapa karyanya di dalam penjara. Ketika penguasa dzalim menyingkirkan penanya, beliau tetap menulis walaupun dengan menggunakan arang. Kitab Majmu Fatawa  yang sangat tebal itu, ternyata sebagian besar ditulis ketika beliau berada dalam penjara.

Sayyid Quthb mampu menuliskan karya terbesarnya, Tafsir Fizhilalil Quran, ketika dalam keadaan terhimpit penderitaan. Di siksa dalam penjara lantas dihukum mati. Di dalam penjara itu juga, beliau menulis sebuah buku kecil yang saat itu disebut sebut sebagai buku the best of best seller di Timur Tengah dan paling ditakuti pemerintahan otoriter, yaitu Ma’allim fith Thariq.

Prof. HAMKA, sosok ulama Nusantara yang senantiasa konsisten di jalan Allah itu, mampu menyelesaikan kitab tafsirnya yang paling fenomenal dan berjilid-jilid tebalnya, Tafsir al-Azhar, juga ketika beliau berada di dalam penjara.

Dr. Yusuf al-Qaradhawi – ulama terkemuka saat ini – dengan terpaksa harus berhijrah dari Mesir keQatarkarena pemerintah otoriter Mesir saat itu memburu para aktivis Islam dan menjebloskannya ke dalam penjara. Namun, disanabeliau mampu menyusun kitab Fiqh Zakat, yang menurut Abul A’la Maududi merupakan kitab yang paling bagus pada abad ke-20.

Dr. Aidh al-Qarni pernah di penjara pula karena pernyataan-pernyataan politik yang ditulisnya dalam sebuah syair. Namun disanabeliau menghabiskan waktu untuk membaca, merenung dan menulis hingga mampu menelurkan karya fenomenal. Karyanya La Tahzan, telah memukau jiwa dan mengguncang dunia. Buku itu kini telah dicetak lebih dari dua juta eksemplar di seantero dunia. Beliau juga dianugerahi penghargaan pemerintah Arab Saudi sebagai penulis paling produktif di Arab Saudi.

Saya hanya bisa geleng geleng saja, api semangat seolah berkobar lagi. Tak sabar menanti esok untuk kembali melanjutkan membaca kisah kisah lain yang tak kalah luar biasa.

 

Alhamdulillahirobbil ‘alamin.

SawahKarang,  Senin(25/7/011) pukul 23.13 WIB

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.