Arsip Kategori: Mengabadikan Jejak

Belajar bersama Kang Nurul Huda Ismail -Ex Journalist Washington Post

Pagi yang cerah, pada Sabtu tanggal 17 Maret 2012, mengantarkan kami peserta Penulisan Essay bersama mantan Wartawan Washington Post menuju @Dapoer Bistik, Penumping Solo. Kali ini FLP Solo mendapat kesempatan sharing dengan Noor Huda Ismail. Wartawan Washington Post 2002-2005, alumnus Ngruki, S-2 International Security St. Andrews University, Skotlandia, Penulis buku (Temanku, Teroris?) dan Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP). Atau saat ini dia lebih dikenal sebagai pengamat teroris yang tulisannya kerap muncul di Kompas, Tempo, dan media nasional/lokal lainnya. Dia juga beberapa kali muncul di televisi nasional ketika terjadi serangan teroris, sebagai narasumber dalam talkshow/berita.

Menurut kang Noor Hadi Ismail ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menulis. Pertama, kita harus menemukan ide besar. Taruhlah kita akan bereksplorasi mengenai agama Islam di Indonesia. Kedua, langkah yang harus kita lakukan adalah membatasinya dengan memilih tema. Dari diskusi kemarin, ada beberapa tema yang mengemuka, seperti disampaikan oleh Mbak Nury, yang bosan dengan perbedaan tentang Islam yang mengakibatkan perpecahan pendapat dan lain-lain dalam agama itu sendiri. Oleh karena itu, dia memilih untuk mengeksplorasi persamaan pandangan sesama muslim. Selain itu, ada juga tema yang diusulkan oleh Mbak Ketua FLP Solo, Asri mengenai perbedaan dalam keluarga besarnya. Ada yang Muhammadiyah, NU, MTA, dan sebagainya. Hal ini sangat terlihat mencolok, ketika Lebaran tiba. Memang, kadang ada perbedaan, tetapi mereka tetap kompak menjaga tali kekeluargaan.

Selanjutnya, adalah pemilihan karakter. Siapa sih yang bisa dipilih? Kita bisa memilih tokoh yang kompeten untuk dijadikan sebagai karakter. Untuk menggali sang karakter, ada beberapa cara seperti masuk dalam satu jaringan yang nantinya bisa memberikan referensi  tokoh tersebut. Bisa juga dengan melebur bersama komunitas, sharing/ngobrol di wedangan, dan lain-lain. Ingat, tidak semua orang bisa dijadikan karakter, pilih beberapa dari sekian orang yang yang memang berkompeten dan sesuai dengan tulisan yang akan kita buat.

Langkah keempat, yakni munculkan perspektif (cara pandang) baru. Hal ini bisa membuka pikiran pembaca, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Bisa juga melalu pengemasan yang cantik sehingga menarik siapa saja untuk membaca.

Ada banyak ilmu yang disampaikan oleh mantan wartawan Washington Post yang bertugas liputan di wilayah Asia ( Asyik kan… *pengin*). Seperti motto yang dia terima saat sebagai wartawan, You have to get out from the pack, kita harus melakukan sesuatu (saat itu: tugas liputan-red) dari kebiasaan. Ada prinsip yang harus dilakukan  oleh jurnalis dan perlu diketahui oleh penulis, yakni  Show don’t tell, lalu tulislah yang berbeda, cari cara pandang baru, gali ide yang berbeda dan lain-lain. Menulislah dengan passion. Ada lagi, catat semua ide-ide yang bermunculan karena menulis adalah tali ilmu.

Teori marketing juga digunakannya untuk menulis. Pilihlah, Teriak di pasar atau di kuburan? Kalau di pasar, suara kita belum tentu didengar. Ya, seperti ketahui, pasar sangat ramai (kecuali kalau lagi sudah tutup). Kalau di kuburan, selalu sunyi, senyap (gelap). Teriakan Anda pasti lebih terdengar.  Bisa jadi pula, Anda dianggap gila J.

Cuaca yang cukup panas tak menyurutkan diskusi ini. Mulai kumpul dalam ruangan di Dapoer Bistik, pindah ke teras, dan akhirnya masuk lagi ke ruang dalam. Setelah cukup lama mendengarkan sharing alumnus Ponpes Ngruki ini, kita disuguhi iga bakar yang mak nyuss… plus the hangat yang sangat kental.  Dan perhatian semua peserta pun langsung pindah pada piring di depannya masing-masing. Sunyi senyap mantap…

Acara makin gayeng, saat Mas Huda bercerita mengenai salah satu tulisan dalam buku kumpulan pengalamannya, Temanku, Teroris? Dalam buku ini ada kisahnya semasa masih menjadi santri di Ngruki. Saat dia jatuh cinta pada putri pengasuh ponpes.  Ya, santri juga manusia, tak luput dari panah si dewa asmara. Sayang janji tentang buku gratis karya Mas Huda, Temanku, Teroris? belum bisa terealisasi saat itu. Dan itu menjadi tugas Mas Ranu buat ngoyak-oyak (wekekkeke…)

Usai bersantap ria dan mendengar kisah kasih Mas Huda, diskusi dilanjutkan pada pembahasan tugas essay peserta, yang menjadi pesyaratan. Peserta diwajibkan mengumpulkan tulisan. Namanya juga Pelatihan Penulisan Essay, maka yang dikumpulkan pun berupa essay. Setelah acara sharing, tibalah waktunya Mas Huda menyampaikan masukan hasil tulisan para peserta.

Hasilnya, tuing tuing… J menurut Mas Huda, tulisan peserta ada yang masih seperti jurnal ilmiah, khotbah Jumat dan lain-lain. Bukan karena anggota FLP belum bisa, tapi  karena belum semua mempunyai kesempatan belajar teori dan praktek yang cukup tentang essay.

Oya, kami juga kedatangan redaktur dari Solopos. Namanya Mas Syifaul Arifin. Dia juga diminta secara spontan  oleh Mas Huda, ber-sharing ria mengenai kriteria tulisan opini/gagasan yang bisa terbit di Solopos. Mas Faul menjelaskan, pertama, cari cantelan (situasi/kondisi) yang sedang booming. Lalu  kembangkan dengan sesuatu yang lain untuk mengasah sensitifitas. Kemudian, gunakan pendekatan yang berbeda (khas/unik). Mas Huda menambahkan, satu lagi yang perlu ada dalam essay dan tulisan sejenis, yakni rekomendasi/solusi.

 thanks for mb amrih for repost your rilis

Bersama Keluarga SIM di MTQ UNS Mencari Bakat

Bersama Keluarga SIM di MTQ UNS Mencari Bakat

repost from ; http://sim.uns.ac.d

Seleksi Musabaqoh Tilawatil Qur’an( MTQ) UNS yang diselenggarakan oleh Kemahasiswaan UNS tanggal 3-4 April 2012 mendatangkan keberkahan bagi keluarga Studi Ilmiah Mahasiswa(SIM) UNS. SIM Berjaya dengan prestasi 6 pengurus SIM dan 1 peserta SSD SIM yang mampu menyabet juara dalam tiga kompetisi bidang yang dilombakan dalam seleksi MTQ tingkat UNS tersebut.

Dalam tajuk acara “MTQ UNS Mencari Bakat” tersebut meliputi rangkaian lomba dua hari tanggal 3-4 April 2012. Event ini diselenggarakan oleh Kemahasiswaan UNS dengan panitia dari Forsyi dan JN UKMI UNS dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari seluruh fakultas di UNS. Hari pertama digelar seleksi tilawah, tahfidh dan tafsir secara serempak, sedangkan MKIQ dilaksanakan seleksi babak penyisihan. Dari babak penyisihan, memunculkan nama 3 putra dan 3 putri untuk presentasi  di hari kedua. 3 Finalis MKIQ dari SIM UNS, masing masing finalis ( Kalis Mardiasih ;judul ) (Dwi Prasetyo;judul) (Rachmad Adi Riyanto-judul). Nama nama juara  MTQ UNS yang keluar berikut kategori lombanya diantaranya Yuli Ardika Prihatama Juara II Tafsir Bahasa Inggris Putra, Erny Ratnawati : Juara II Tafsir Bahasa Inggris Putri, Budi Anto : Juara II Tilawah Putra, Laili Juara II Tilawah Putri , Kalis Mardiasih: Juara 1 MKIQ Putri,  Dwi Prasetyo : Juara III MKIQ Putra, Rachmad Adi Riyanto : Juara I MKIQ Putra. Kalis dan Adi berhak untuk menjadi delegasi UNS ke MTQ Tingkat Jateng di Semarang tanggal 1-3 Mei 2012. Barokallah!

 

 

Dengan semangat berkarya melesatkan potensi dan berkontribusi untuk kemanfaatan, SIM UNS terus melanglang buana untuk saling berlomba di medan medan kebaikan, Mempersembahkan goresan goresan terbaik untuk menjadi inspirasi dan semangat belajar yang tak kenal henti. Karena belajar dan mendayagunakan potensi adalah wujud syukur atas segala limpahan karunia Allah yang tak terhingga.

Keep on Fire! Good Luck untuk MTQ MTQ selanjutnya….

 

Merekam Jejak – Backpackers Inspirasi ke Bekasi

Merekam Jejak – Backpackers Inspirasi ke Bekasi

*Erny Ratnawati

Jumat sore pukul 15. 55 dengan tergopoh gopoh sembari berdoa semoga saya tidak ketinggalan kereta. Langkah kaki 1000 memasuki stasiun Solo Jebres. KA. Brantas sudah mengudarakan suara lokomotifnya. Alhamdulilllah tidak terlambat. Hari ini schedule berangkat saya ke Bekasi jadi rada molor. Hari ini adalah waktu untuk test interview dan FGD dari beasiswa Aktivis Baktinusa Etos Nusantara. Setelah mengikuti FGD yang cukup seru dengan tema politik yang sempat memacu debat panas, dan interview dengan 2 interviewer dari ETOS yang cukup seru. Alhamdulillah semua sudah selesai.

Perjalanan sore hari KA Brantas yang cukup lengang membawa saya kembali menikmati romansa kereta api ekonomi yang saya rasakan 2 minggu lalu saat mbolang ke ITB Bandung. Kereta membawa saya menuju Bekasi, kota dengan jauh perjalanan hampir 500 km dari kampung belajar saya,Solo.Kereta ekonomi selau saya nikmati menjadi gudang gudang inspirasi khas rakyat kecil yang selalu mengesankan. Ditemani Lepi Asus EEe PC si mungil teman sejati saya dan tas butut setia saya, kali ini saya bersiap jadi backpackers yang siap melanglang beratus kilo dari kampung halaman untuk mencari cercahan ilmu dan inspirasi.Let’s go….

Semua bermula dari sebuah berkah ukhuwah dan networking yang atas ijin Allah merambah meluas, hingga saya diberi kesempatan untuk dapat mengasah potensi yang Allah anugrahkan di kota seberang nun jauh disana. Bekasi, kota industry penuh dengan pengab asap asap pabrik dan aroma kota besar yang terik dengan kepadatan manusia mencari nafkah. Kota penuh insan cerdas dengan segala dinamika pemikirannya. That’s a new experience and new challenge for junior trainer like me.. aha.. Saya mendapat amanah untuk mengisi training motivasi berprestasi bagi pelajar Se kabupaten Bekasi yang diadakan LSM GRadasi (Gerakan PemudaBerkreasi) Kab. Bekasi dan training bahasa Inggris dalam program suplemen bagi Guru guru TK di Yayasan Waybi Cikarang.

Training motivasi pelajar sendiri dilaksanakan di Gedung Scuffindo,tambun bekasi ahad, 26 Februari 2012.

Di aula serbaguna gedung besar dan lapang tersebut, didepan saya hampir 400 wajah muda datang dengan begitu antusiasnya. Saya cukup surprise dengan antusias dan semangat mereka.

Dalam acara tersebut, saya berpanel dengan Bapak Baidhowi Pembicara nasional dari Nurul Fikri Jakarta selaku dari pihak konsultan dan praktisi pembelajaran siswa, sedangkan saya dicomot oleh Manager lembaga training LMT Cahaya Bekasi untuk mewakili mahasiswa dan aktivis yang pernah berprestasi, untuk dapat memberi bekal dan inspirasi berprestasi dan masuk perguruan Tinggi kepada para siswa yang rata rata duduk di kelas XII dan iX SMA, Saya sempat agak grogi, karena panel pembicara disamping saya (P. Baidhowi-red),memang patut diacungi jempol ( ya iyalah.. hehe). Meski pada akhirnya, saya memaksa diri untuk menaklukan diri sendiri, mencoba mengimbangi beliau dengan gaya ala saya sendiri (hehee).

Saya menyampaikan tentang 7 jurus sakti berprestasi.Training semakin hidup ketika dengan berapi api peserta bersama sama saya ajak untuk melecutkan semangat mereka sendiri dengan bantuan efek multimedia dan beberapa tayangan kisah inspiratif. Sebagai penutup, peserta training melakukan reborn tekad dan semangat serta rebuild komitmen diri. bEberapa peserta mendapatkan reward dari panitia atas antusias mereka yang luarbiasa. Hari yang luar biasa…,

Hari besoknya, senin 27 Februari 2012. Masih ada satu lagi tantangan yang harus saya taklukkan. Jika kemarin, adalah anak anak belia yang saya hadapi, kali ini saya berhadapan dengan para ibu ibu guru TK. Saya diamanahi untuk memberikan suplemen training kepada para guru tesebut. Semangat ibu ibu guru sangat luar biasa.Saya saja yang usianya paling muda disana, kalah semangatnya, he he. Dengan bekal berbagai arahan game dan media untuk anak anak serta instruction video tentang materi pembelajaran bahasa Inggris kreatif bagi anak anak, kami saling sharing dan diskusii. Kebetulan, saya pernah di semester 5 menyusun konsep tentang English for children dalam bentuk metode INSIGHT – beberapa materi metode tersebut ternyata dapat menjadi referensi dan bahan project di TKIT waybi. Selain itu, dalam training ini, saya juga mengajak para ibu guru TK untuk belajar melafalkan pronunciations dengan benar Karena TK menjadi awal mula, diajarkan fondasi bahasa Inggris, jika sudah salah, maka kedepan juga anak anak akan berkembang terus dengan pelafalan yang salah. Training dilanjutkan dengan sessi meteri classroom instruction. Saya memandu beberapa kata instruksi di kelas untuk kemudian dikembangkan strategi menjadi habitual dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Acara selesai pukul 12.30. Senang rasanya bisa berbagi inspirasi..

Hari terakhir, dengan berbunga bunga karena mendapat banyak ilmu dua hari tersebut,akhirnya saya harus pulang. Kembali merangkai lagi mimpi mimpi dikampung halaman dan menunaikan amanah amanah yang belum terselesaikan.

Meninggalkan kota bekasi yang mengesankan dan menuju stasiun Pasar Senen, meski sempat saya terlantar selama 7 jam di stasiun( kayak orang ilang. e he he), saya bersyukur ditemani ayah tercinta yang setia mengantar kepergian dan kepulangan saya ke bekasi dan nginap dirumah kakak tercinta di Cikarang barat, bekasi.

Sejuta inspirasi dari mbolang penuh cerita dari ujung kota Bekasi, mengilhami banyak ide dan gagasan baru untuk berkarya dan berinovasi dan kembali menyemangati diri mencari torehan torehan inspirasi berikutnya.

Really,… It’s Amazing experience. Wonderful journey… So wonderful….,

Gali Inspirasi Dan Melompatlah Diri Lebih Tinggi! ( Bandung Journey In Memorian)

HARI  HARI PENAT PENUH TANTANGAN YANG TAK TERLUPAKAN.

Gali Inspirasi Dan Melompatlah Diri Lebih Tinggi!

-Erny Ratnawati-

Perjalanan KA Kahuripan membawa saya 12 jam perjalanan dari kota Solo tercinta meluncur kearah barat sekitar kurang 476 Km jauhnya. Akhirnya saya berangkat sendirian, karena pemberangkatan bareng dengan teman teman UNDIP dan UGM, terpaksa batal, karena mereka lebih akhir berangkatnya, padahal saya sudah memesan tiket seminggu sebelumnya. Perjalanan semalam saya habiskan dengan membaca paper diremang remang *hemm sebenarnya gak bagus sich) tapi yak karena besok lusa saya harus mempertanggungjawabkan tulisan saya untuk dipresentasikan di Forum Satya Daya Institut Teknologi Bandung. Sambil ngobrol dengan bapak yang  ramah disamping saya. Setelah cukup lama membaca dan ngobrol dan bapaknya tertidur, akhirnya karena insomnia yang menyerang, saya keluarkan teman mungil setia saya, si lepi ASUS EEPC. Hehehe, sebentar facebokan, sebentar baca,akhirnya setelah itu tepar juga di kereta.

Jum’at pagi yang cerah di salah satu kota yang kental dengan industry kreatifnya. Kota yang terkenal dengan lagu halo halo Bandungya dan peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api. Dan kota ini sudah saya impikan untuk saya kunjungi sejak duduk di bangku SMP. Akhirnya 7 tahun kemudian, saya baru bisa mewujudkanya dengan cara yang luar biasa dan melalui acara yang luar biasa pula. Setiba di Stasiun Bandung yang bersih dan menawan, saya menunggu panitia yang menjemput. Hemm, cukup harus sabar nampaknya. 1 jam berlalu dan sms saya belum dibalas ( hadew.. bayangkan saja seperti musafir kebingungan di tengah lautan manusia). Akhirnya 1.5 jam, panitia baru menelpon saya. Kita janjian ketemu di satu titik di stasiun. Saya celingukan mencari cari, ternyata tidak ketemu. Sampai bolak balik dari arah stasiun depan ke belakang sampai 4x (hufh. Sabar sabar….. )telfon terakhir panitia, saya dijemput di parkiran mobil. Hadew balik lagi ( 1x lagi pasti dapat bonus payung cantik nich) ternyata setengah jam kemudian panitia juga gak datang datang. 1 pelajaran berharga bagi saya. Berlatih khusnudzon dan berazzam untuk kelak saya akan berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk teman teman yang ke Solo kelak  he hee.  Baterei yang kritis, membuat semakin ketar ketir. Akhirnya  matilah hp saya. Wuss, tidak ada tempat colokan nich (pelajaran kedua: prepare  baterei cadangan ketika bepergian jauh). Lemaslah saya. Menunggu ada telfon lagi, kagak mungkin. HP saya sudah game over. Dan akhirnya, saya hanya pake jurus tebak tebakan. Menebak kira kira mana wajah panitia. Saya melihat seorang mbak berjilbab (tampangnya aktivis sich), Nah insting the power of kepepet saya memberanikan diri bertanya, Ternyata bukan panitia. Hadewww. Di parkiran seluas ini, kemana lagi saya harus mencari, akhirnya insting the power of kepepet jilid 2 beraksi. Saya Pedekate dengan mbaknya, akhirnya gayung bersambut *( mungkin karena saya cukup ramah he he Narsis). Mbaknya ternyata juga anak ITB dan akhirnya beliau membantu saya mengcallingkan panitia, * Subhanallah pertolongan Allah). Setelah si panita dapat dihubungi ternyata tahukah apa yang terjadi, Si panitia salah jemput, Gubrakk!. Saya dijemput di stasiun Kiara Condong di Jatinangor, padahal saya ada di  stasiun Bandung yang jaraknya 1 jam perjalanan dari kiara condong. Akhirnya sudahlah lengkaplah masa menunggu saya hampir 2.5 jam. Alhamdulillah, justru dapat ilmu baru setelah ngbrol dengan si mbak salah alamat ( pelajaran 3: keep positive thingking dengan apapun yag terjadi- no ngambek-no ngeluh)

Perjalanan menuju kampus ITB Bandung. Saya satu mobil dijemput dengan teman dari UNDIP. Sesampai disana, kami disambut dengan LO Panitia. Menunggu teman yang lain, dan menunggu check in di wisma, kami berputar putar kampus ITB yang menarik dan eksentrik. Kepenatan saya hilang ketika satu persatu teman dari seluruh Indonesia datang, saya ketemu dengan teman teman dari UNDIP, UGM. UB, UNJA, UNHAS, UI, UNSYIAH , UNSRI, dsb. Bersama teman teman dari UB dan UNDIP, kita yang datang gelombang pertama kami diajak keliling ITB. Menarik. Gedung yang memiliki seni arsitektur yang tinggi dan desain yang sungguh amazing. Kolam ditengah kampus yang unik, ada stasiun sepeda (karena ITB green campuss, jadi tidak boleh ada kendaraan bermotor didalam kampus), gedung gedung latex, sanken  (terowongan  bawah tanah) dsb.

Setelah puas berkeliling, saya dan teman ke pasar Jum’at (pasar tumpah depan ITB). Sambil menikmati makanan Bandung yang lezat sekaligus mahal ( he he). Namun yang disayangkan adalah banyaknya pengemis kecil yang berkeliaran dan meminta minta. Duh, rasanya eksploitasi anak macam gini, perlu dicari solusinya

Setelah sholat dhuhur saya dan teman teman Check in ke wisma LPTP untuk istirahat dan mempersiapkan diri. Opening ITB fair 2012 diundur untuk baru dimulai jum’at malam. Kami datang ke acara opening setelah sebelumnya mampir jajan di warung sunda. Di warung sunda yang bergaya open kitchen ini, sungguh unik dan asyik. Model prasmanan dan makanan yang bermacam macam aneka rupa. Namun, peristiwa lucu terjadi ketika kami membayar ke kasir. Kami diberi nota merah, berisi harga yang harus kami bayar. Alamak, untuk harga 1 porsi nasi berlauk pindang ikan dan tahu dan segelas es teh. Saya harus membayar sebesar Rp.26.000,-( itu jatah makan saya di Solo 3 hari 3 malam he he he  ) . Walhasil kami para korban *terutama Univ yang jawa tengah-jawa timuran (yang terbiasa makan murah, maksudnya) menyebutnya dengan tragedi nota merah (ha haa ha)

Sesampai di ITB. Kami menuju pelatararan dan Hall ITB.  Ramai sekali kampus ITB.  Acara opening dilaksanakan simbolik dengan menyalakan bulb tree dan  aksi  parade  dari 29 HMJ dan 72 unit budaya dan UKK di ITB. Gegap gempita opening disemarakkan dengan teriakan salam Ganesha khas ITB. Saya merinding mendengarnya. Kampus iTB memang terkenal kampus nasionalis. Sehingga memiliki salam khas yang berbunyi” salam Ganesha” Untukmu baktiku, Tuhan, Almamater dan Bangsa). Siph dan keren pokoknya

ITB FAIR sendiri adalah acara yang dilaksanakan dua tahun sekali di bawah naungan Kabinet KM ITB . Namun acara ini  ternyata seolah telah menjadi bagian dari mahasiswa ITB seluruhnya. Bayangkan saja, ratusan  bahkan mungkin ribuan mahasiswa ITB tumplek blek disini. Dengan berbagai agenda. Ada EXPO, pameran produk, aksi  HMJ dan unit budaya, pameran inovasi karya, aksi budaya, pameran kuliner, stand, dan masih banyak event pendukung lainnya yang telah dilaksnakan sebelumnya. Misal sociopreneur competition, ITB Challenge for Senior High School, Ganesa kids, proficio award, problem solver meeting dan sederet event besar lainnya. Sepulang dari opening kami harus persiapan esok hari untuk presentasi karya inovasi. Tapi saya bersama gerombolan *yang sudah akrab sejak pertama kali datang mampir dulu sebentar ke Gedung Sate yang kebetulan dekat dengan Wisma LPTP tempat kami menginap. Untuk melihat dari dekat kemegahan dari gedung khas dan kebanggan kota kembang ini, sambil  berjalan mencari kerupuk karuhun khas Bandung. Setelah itu kami harus kembali ke wisma untuk melakukan persiapan pre-presentasi . Pre –presentasi sampai pukul 10 malam.

Setelah melakukan persiapan pre-presentasi untuk esok, Kita beristirahat, karena hari kedua akan sangat padat kegiatannya. Saya sekamar bersama latifa dan ceria dari ITS Surabaya. Kami saling bertukar cerita dan pengalaman kampus masing masing.

Hari kedua, pagi pagi di Bandung, waktunya  agak berbeda. Disana lebih siang subuhnya. Subuh yang berkumandang pukul 4 di Solo, Di Bandung baru berkumandang setengah lima lebih. Hari pun juga terasa masih gelap, meskipun sebenarnya sudah sangat pagi. Saya bergegas untuk bersiap. Ini hari yang padat. Di Run down acara tertulis hingga pukul 23.00.  Setelah sarapan pagi  dengan sekotak mungil makanan catering yang unik’bernama  dory * nama merk kotak kardus ini. Isinya berasal dari ikan semua dan non pengawet. (Aha, makanan sunda semua rasanya asin and pedas)

Kami berangkat mengggunkan bis menuju central auditorium Sasana Budaya Ganesha  (SABUGA) ITB Bandung. Di awal saya dan rombngan berhenti di depan kampus ITB dan kami berjalan menuju SABUGA. Sesampai disana, kami disuguhi sajian music dari Ferry E. Curtis, Lirik dan musiknya enak didengar dan inspiratif. Di SABUGA selain kami sebagai peserta Forum Satya Daya, ratusan masa kampus ITB juga hadir menyemarakkkan acara Gema inspirasi yang menghadirkan para tokoh inspiratif dan invator tingkat nasional. Selain itu acara ini juga merupakan kolaborasi dengan Panitia Milad Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indnesia (MITI) yang ke 8(peringatan 1 windu MITI).

Acara ini dibuka oleh Prof. Ahmaloka . P.hd selaku Rektor ITB dan disusul oleh Dr. Warsito, M.Eng  selaku KETUA MITI Pusat kemudian disusul oleh para keynote speaker  sepeti Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) yang menekankan motivasi kepada para mahasiswa untuk optimis dan berjuang dan mengabdi untuk bangsa melalui inovasi dan karya.  Mahasiswa juga merupakan kunci kemajuan bangsa di masa depan. Selanjutnya  speech yang inspiratif diberikan oleh Mentri Komunikasi dan Informasi (MENKMINFO) Tifatul Sembiring yang dengan gaya santai dan pantun khas melayunya mencoba untuk memberikan pencerahan kepada seantero mahasiswa yang hadir di SABUGA. Beliau memaparkan tentang Character Building Nationalism  dan Membangun Konektivitas dengan peningkatan kualitas SDM IPTEK dengan menjadikan produk produk kreasi memiliki added value (nilai tambah) bagi masyrakat sehingga menjadi  inovasi inovasi yang merupakan investasi  besar bagi bangsa  Indonesia. Beliau juga memaparkan tentang prospek dan perkembangan dunia ICT di Indonesia.

Acara berlangsung hingga pukul  12.00. Setelah usai sebenarnya masih ada talkshow gema inspirasi bersama para tokoh Inspiratif nasional seperti  Martha Tilaar, Habibi Afsyah, Nadia Saqib, Nurul taufiqurahman, Sujiwo tejo dkk. tapi kami harus pindah ruang, karena kami harus mengikuti acara Presentasi dan Focus  Group  Discussion yang memang khusus diperuntukkan untuk peserta Forum Satya Daya. Setelah makan dan sholat dhuhur, kami memasuki aula di  gedung Latex4 ITB untuk bertemu dengan para bapak bapak di BPPT  ( Badan Pusat Pengkajian Teknologi) yang akan menjadi pemandu FGD kami. Mereka adalah orang orang penting , teknolog, akademisi dan para expert dengan segudang ilmunya, yang siap akan kami serap dalam forum ini.  Setelah diberikan refreshment seminary tentang cluster dan pengembangan inovasi. Kami dipecah ke dalam lima chamber sesuai paper yang diajukan. Saya masuk di camber ICT, karena saya menulis paper tentang Project pengembangan ICT di dunia pendidikan.

Didalam chamber ICT kami mendapat fasiliator dua orang teknolog dan ahli ICT dari Pusat Pengembangan Inovasi dan Daya Saing BPPT nasional. Bapak Ruki dan Bapak Dedi. Kami mempresentasiakn paper kami satu persatu dan menerima umpan balik dari para panelis. Selanjutnya  kami di lokakarya dengan metode metaplan. Metode ini merupakan   pengembangan dari metode brainstorming dan mindmapping. Diskusi hampir 3 jam parallel 4 jam kami merumuskan untuk menentukan beberapa point mulai dari  SWOT pengembangan ICT, kans, kolaborasi triple helix ( Academic, Bussiness, Governemnt), Strategic planning, Problem solution launch, membaca kebijakan, analisis masalah dan peluang , treatment  ways, pengembangan cluster industry ICT  dari mulai strategi hulu dan hilir dan grandplanning rancang inovasi yang sustainable dan tepat guna. Dan sederet ilmu ilmu menantang lainnya.  Saya sempat agak pening.  Selain capek dan ngantuk *(he He, Karena materinya  baru dan cukup menguras isi otak, mungkin levelnya sudah diatas mahasiswa). Tapi untung keinginan kuat saya untuk belajar menjadi pelecut semangat untuk tetap ON FIRE di lokakarya dan FGD  tersebut.

FGD selesai, kami kembali ke aula utama di gedung latex4, untuk pengarahan lebih lanjut dan break sholat.  Selanjutnya kami  berputar putar di stand expo ITB FAIR. Melihat pameran dan produk produk karya inovasi  mahasiswa ITB. Setelah itu saya bersama teman-teman sempatkan jalan jalan dan mampir di warung jalanan mahasiswa ITB, mencoba kesegaran makanan seafood, di pinggir jalan, sembari menikmati senja kota Bandung untuk sejenak merefreshkan otak. Kemudian menjelang magrib, kami digiring menuju masjid Salman. Masjid kebanggaan ITB. Masjid yang indah  dengan arsitektur yang megah.  Disamping kanan kiri, masjid  Salman, terdapat berbagai macam unit usaha dan lembaga penunjang kemakmuran masjid dan lembaga keumatan. Setelah selesai sholat, kami menuju bis untuk kembali ke wisma LPTP. Bis berangkat menelusuri jalan jalanan malam Bandung. (Ah, meski malam, ternyata  Bandung masih macet juga).Wajah wajah keletihan mulai nampak di roman muka peserta. Tapi yang jelas, saya harus masih menjaga api semangat. (Mbolang saya ke Bandung jauh hari sudah mentukan visi untuk belajar, jika dikalahkan capek, maka berarti saya telah menyiakan peluang, dan seringkali peluang emas tidak akan datang berulang). Hasil presentasi dan FGD masih diteruskan kembali dengan Refreshment seminary tentang MP3EI dan ACFTA serta  presentasi  tahap kedua dari tiap Cluster.

Setelah beristirahat sejenak, bersih bersih diri, sholat dan aktivitas laiainnya. Akhirnya kami melanjutkan agenda di aula Wisma LPTP kali ini Refreshment seminary tentang MP3EI dan ACFTA yang dibawakan oleh  Pak Irsa P dari Pusat pengembangan Inovasi, kebijakan dan tata kelola. Beliau sedang menempuh master di bidang Public policy di London. Pak Irsa yang masih muda dan sangat energic membuka mata para peserta tentang grand design besar MP3EI sebagai sebuah masterplan kebijakan bangsa di tahun tahun kedepan, tepatnya hingga target 2025. Selain itu, beliau juga memaparkan tentang program, kebijakan, peluang dan hal lain yang terintegrasi dalam sistem inovasi nasional. Sebuah pandangan baru dari birokrat muda yang peduli dengan langkah perubahan bangsa. Diakhir beliau membagikan bukunya, kepada beberapa peserta.

Setelah acara Refreshment seminary yang memukai, saya dan teman teman, bergegas untuk menuliskan report hasil dan kemudian membuat peta konsep untuk presentasi cluster. Setelah memasuki sessi presentasi yang dipandu oleh Putranegara Riau windu  Project manager Forum Satya Daya, satu persatu cluster memaparkan  tentang hasil FGD, kolaborasi inovasi paper dan strategic planning.  Sesama  peserta memberikan input dan melakukan think share secara bergantian.  Setelah lima cluster selesai presentasi dilanjutakn dengan big class-dimana kelima cluster berdiskusi dengan material masing masing untuk mempersiapkan project  dari diskusi metaplan yang harus dibawa esok di depan para praktisi, pelaku industry, Dirjen dan kementrian serta akademisi di Forum Satya Daya di Auditorium Sabuga. Agenda selesai jam 23.45. Hemm, bayangkan saja, sebentar lagi menuju dentang jam 00.00 dan otak kami masih dibakar untuk berfikir.*meski rasa nano nano seharian melebur jadi satu, saya tetap senang karena kali ini saya dapat mengolahragakan otak saya sekaligus mengakselerasiakn kecepatan sambungan sel sinapsisnya terhadap hal hal baru dan menantang. Dan setelah usai, mata para peserta sudah remang remang seolah bohlam 2.5 watt. Akhirnya para peserta segera beristirahat di kamar masing masing dan  menuju berlayar ke pulau kapuk (baca : tidur )

Hari ketiga, pagi ini, saya dan teman mengikuti agenda terakhir dari rangkaian acara yang harus kami jalani. Kami mengikuti Forum Satya Daya. Agenda ini adalah forum besar dimana kami dipetermukan dengan para pelaku Triple helix (Academic, Bussiness, Governement), pelaku dari para praktisi dan akademisi, wirausaha dan pelaku bisnis serta pihak birokrat yang diwakili Dirjen dan Kementrian yang terkait lima potensi unggul dari peta MP3EI. Kami memasuki Auditorium SABUGA dan duduk di deretan depan. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indnesia raya. Selanjutnya kami disuguhi tarian dan kesenian khas tanah pasundan yang bernama rampak gendang. Rampak gendang sungguh unik, lucu dan menarik. Kesenian yang diperankan oleh LSS Pasundan ITB ini menampilkan gerak dan lagu yang eksentrik. Setelah dijamu tarian, kami mendengarkan sambutan dari Pak Tatang taufik, kepala BPPT Nasional. Usai sambutan, kami segera memasuki ruang panel besar di camber yang berbeda disesuaikan dengan cluster. Kali ini kami kembali presentasi dari hasil hari pertama yang kami dapatkan. Dan kali ini kami berhadapan dengan panelis yang mantap punya. Di Cluster ICT, kami langsung berhadapan dengan Dirjen KOMINFO, CEO  National animation center, pusat Industri kreatif animasi skala Nasional di Cimahi, Kepala Bidang pengembangan Produk dan Industri di Kementrian Perdagangan dan  Pak Eko Socio Entrepreneur dan juga praktisi ICT Pusat Inovasi dan Daya Saing BPPT Nasional. Di Forum ini, usai presentasi, kami langsung share dengan para orang  penting Indonesia dan berpengaruh di bidangnya yang duduk didepan kami. Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan membangun networking, sekaligus menyempurnakan gagasan dan inovasi yang kami rumuskan. Agenda ini membuahkan puluhan point penting yang menjadi  acuan pembentukan miniature masterplan pengembangan inovasi didaerah. Pandangan kami mulai terbuka, dengan paparan para panelis. Kelebatan  bayangan kejelasan gagasan dan langkah implementasi sudah mulai berputar putar. Tidak hanya berkutat pada inovasi di paper yang kami ajukan, kami diajak berselancar dan membuka mata di dunia yang lebih luas dan global. Tak terasa kami telah belajar dan menyerap ilmu baru kurang lebih empat jam. Rasanya masih kurang, saya  ingin lebih tahu lebih banyak. Insting curiousity saya mulai berpendar, tapi sayangnya waktu yang terbatas, membuat forum luar biasa ini harus dicukupkan.  Akhirnya, kami kembali menyusun dan merapikan apa apa yang telah menjadi input untuk pengembangan inovasi di Cluster kami kedepan dan menuliskan reportnya. Report kami sempurnakan dan menambahkan point strategi kolaborasi dan strategic planning. Report ini yang nantinya akan menjadi makalah yang diprceedingkan dan menjadi cikal Jurnal Inovasi mahasiswa sebagai keluaran produk secara simbolik, Untuk keluaran yang sebenarnya, sudah menunggu aksi nyata dari para peserta utuk mentransfer dan mencerdaskan rekan rekan di daerahnya dan memulai dari langkah kecil untuk perbaikan bangsa sesuai potensi yang sudah diulas 3 hari.

Agenda Forum Satya Daya selesai, dan kelima cluster kembali berkumpul di hall kiri Auditorium SABUGA. Perwakilan kluster, maju satu persatu untuk menyampaikan ulasan dan report secara keseluruhan. Cluster ICT, diwakili oleh Arifin, Mahasiswa angkatan 2011 ITB. Selanjutnya presentasi cluster ditutup, wawasan kami lebih dicerahkan dengan mendengarkan speech seminar dari perwakilan Kementrian dan dari para Dirjen. Acara ditutup dengan Pembentukan Relawan Muda Indonesia Berinovasi (RMIB) dan pembacaan Ikrar Relawan dari Rudiyanto dari Universitas Hasanudin Makasar. RMIB  sendiri adalah kepanjangan tangan dari Gerakan Membangun Sistem Inovasi, Daya Saing dan Kohesi Sosial di Seluruh Wilayah Nusantara yang dipelopori BPPT nasional. Kami bertugas menjadi pelopor, inisiator, stimulator rekan rekan didaerah dan kampus masing masing untuk berkarya dan berinovasi sesuai bidang dan potensi masing masing serta gerakan cipta karya yang beradded value untuk kesejahteraan masyarakat, sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa untuk Bangsa.  Acara selesai dan kami pun berfoto bersama, dan mempersiapkan kepulangan masing masing ke kampung asal dengan segudang pemikiran yang diramu dalam acara acara hebat yang sudah kami jalani selama 3 hari. Rasa haru, menyelimuti antar peserta, kami harus kembali untuk menunaikan amanah kami di kampus masing masing. Akhirnya setelah berpamitan dengan para panitia dan peserta, kami meluncur menuju titik kepulangan masing masing. Saya pulang ke Solo bersama Faqih dan Tri dari UNAIR yang rumahnya di Solo juga dan mereka juga naik kereta Lodaya malam pukul 20.00, setelah sebelumnya kami mampir di toko oleh oleh. Saya menikmati kepulangan dengan Lodaya dengan tenang dan khusyuk (dalam tidur maksudnya-akumulasi tepar digenjot 3 hari  hehe). Sesampai di  Stasiun Balapan Solo pukul 05.00 Subuh dini hari. Siap segar lagi dengan segudang gagasan dan langkah aksi yang siap dikumandangkan. KEEP ON FIRE!

Mbolang Ilmu Sampai ke Malang

Alhamdulilah, 16-20 agustus lalu , saya berkesempatan untuk ikut menimba ilmu bersama teman teman Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI) di Universitas  Muhammadiyah  Malang

Hari pertama 16 Agustus 2011, dilaksanakan opening ceremony  yang mana dibuka langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang bertempat di Aula AUB kampus UMM. Acara pembukaan dilanjutkan dengan pelaksanaan Seminar Nasional dengan tema Pengenalan Technopreneur sebagai upaya pembentukan karakter bangsa berbasis kearifan local , menghadirkan dua orang pembicara yakni  Arman Hakim Nasution (Praktisi Technopreneur Nasional ) dan Ahmad Rizal Jamhari (Country Manager for Indonesia from ASEANpreneure). Seminar Nasional berlangsung dua sessi. Sessi pertama tentang seluk beluk technopreneur sebagai upaya mendongkrak kemajuan bangsa dan sessi kedua tentang peran strategis mahasiswa dalam upaya mengembangkan riset berbasis technopreneur. Acara Seminar Nasional berlangsung hingga pukul 13.00 WIB

pukul 15.00 WIB, acara dilanjutkan dengan sholat ashar dan kemudian peserta kembali ke Aula UMM untuk mengikuti Up-Grading Organisasi; guna mengupgrade kemampuan peserta tentang managerial keorganisasian dan leadership serta teamwork building.

Hari kedua yaitu Rabu, 17 Agustus 2011, bertepatan dengan HUT kemerdekaan Republik Indonesia, para delegasi ILP2MI mengikuti upacara hari kemerdekaan di lapangan utama Universitas Muhammadiyah Malang beserta stakeholder Universitas. Seusai mengikuti upacara, para peserta kembali ke hall aula utama penyelenggaran Rakernas. Pembukaan rapat kerja dimulai pukul 09.30 WIB dengan memulai persidangan untuk menentukan manual acara dan pembahasan tata tertib. Selanjutnya dilaksankan pembagian sidang komisi per departemen. Di dalam sidang komisi ini, masing masing departemen mematangkan kembali rumusan program kerja yang akan dibawa di forum besar Rakernas. Sidang komisi berakhir pukul 15.00 WIB. Selanjutnya,  pukul 16.00 WIB, sidang pleno yang diagendakan digelar seusai sidang komisi untuk sementara dipending karena para delegasi menghadiri undangan pertemuan dengan jajaran Birokrat serta fungsionaris lembaga intra UMM di aula AR. Fachrudin. Rabu 17 Agustus 2011, pukul 20.30 selepas tarawih, agenda dilanjutkan kembali dengan menggelar sidang pleno dari departemen pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sidang pleno pertama digelar oleh departemen pengabdian masyarakat. Agenda sidang dilanjutkan kembali esok harinya, Kamis, 18 Agustus 2011 dimulai pukul 08.00 WIB. Sidang Pleno ditutup pada hari Kamis 18 Agustus 2011, pukul 15.00 WIB dilanjutkan dengan penetapan dan pengesahan program kerja. Pleno yang berlangsung selama dua hari berhasil menghasilkan berbagai macam program kerja yang disepakati bersama diantaranya penelitian berskala nasional dengan model bonding research, International Seminar and Call for Paper, Pengabdian Masyarakat, Penerrbitan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nasional, Buku ILP2MI, Website dan beberapa program kerja lainnya. Setelah agenda sidang pleno ditutup, agenda kembali dilanjutkan dengan sosialisasi Kongres ke III ILP2MI di UNTAN Pontianak Kalimantan Timur tahun 2012 oleh perwakilan dari Universitas Tanjungpura. Acara berlanjut dengan sharing dan rapat fungsionaris Pengurus Besar (PB) ILP2MI 2011/2012 serta pelaporan dari para kordinator regional dari lima daerah regional se Indonesia. Delegasi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta sendiri dipercaya sebagai salah satu pengurus yang menggawangi Departemen Pendidikan ILP2MI periode 2011/2012.

Rapat kerja Nasional ditutup secara resmi pada Kamis malam pukul 20.00 bertempat di hall utama rakernas. Penutupan dilakukan oleh Pembantu Rektor III UMM, yang diwakili Pembina bidang penalaran UMM dan fungsionaris lembaga Forum Diskusi Ilmiah (FDI) Universitas Muhammadiyah Malang. Acara penutupan ini berakhir hingga pukul 22.00 WIB.

Acara selanjutnya pun ditutup dengan Fieldtrip di Jatim park. ada pengalaman serunya. waktu itu kan pas bulan puasa, perut kita dikocok kocok karena naik permainan tornado dan kawan kawan. he heee.

yang lucunya lagi. tempat wisatany bener sepi ya i yalah puasa gitu…cuma ada rombongan kit doank h ehee . sehabis dari jatim park, kita meluncur pulang sendiri sendiri ke kampung halaman masing masing

Ngobrol Asyik Bareng Penulis Muda FLP SOLO

Setelah sekian lama , saya sadar sekeping perjalanan iti terlalu asyik jika tidak didokumentasikan. Check it Out!

Ngobrol Asyik Bareng Penulis Muda FLP SOLO

 Ahad,10 Juli 2011 hari yang begitu menggugah. Alhamdulillah saya didaulat menjadi salah satu pembicara di acara Ngobrol  Asyik dan Santai (NGOBRAS) bareng penulis muda FLP solo raya di Islamic Book Fair Goro Assalam. Ngobras kali ini saya taksendiri,  saya ditemani tiga orang pembicara lain (mb.tiko, mb.nungma dan mbak dity) dipandu mbak ham ham dari FLP IAIN. Worskhop interaktif ini berjalan begitu seru. Suport teman teman FLP Solo yang datang menambah spirit kita untuk saling berbagi ilmu. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh mbak ham ham yang gaul abiss, diantaranya tentang motivasi mengapa menulis, cara memanajemen waktu untuk menulis dan karya yang telah dihasilkan. Alhamdulillah tsumma alhamdullillah semua berjalan lancar hingga akhir acara. Saya sendiri merangkum beberapa catatan penting di note saya, memang saya telah berazzam untuk tak menyiakan setiap keping belajar entah darimana saja dan kapan saja. Sembari duduk didepan, saya mencatat berbagai macam inspirasi dan ilmu yang sungguh luar biasa yang saya dapatkan entah dari teman teman saya atau dari pertanyaan peserta. Diantaranya seperti menulis itu dapat dimotivasi dengan niatan ibadah. Karena itu visi terbesar hidup manusia. Selain itu menulis adalah meninggalkan jejak kebaikan, dan juga menjadikan tiap hurufnya menjadi dzarroh kebaikan, mendokumentasikan hidup serta bonusnya menulis itu membuat cerdas, sehat sekaligus kaya  dan awet muda ( He He He)

Di akhir sessi, tiap pembicara mencoba memaparkan karya-karyanya dan manfaat yang telah dirasakan selama berproses gigih dari penulis pemula hingga tlah menghasilkan karya. Dari ada yang menyerahkan royalty buku pertama ke orang tua, sederetan buku yang dihasilkan, duet nulis bareng penulis ternama, karyanya yang sering nongol di media , bayar kuliah sendiri dengan honor menulis dan sebagainya.

Di acara itu, saya juga dipaksa untuk baca puisi. Puisi saya yang bertema ramadhan yang berjumlah tiga lembar setengah, tapi hanya satu lembar yang saya bacakan. Sebuah puisi berjudul “bisik Malaikat mengejakan ramdhan’ berisi  sindiran tentang protes malaikat atas aktivitas di bulan ramadhn yang melenakan, justru disenangi banyak orang. Missal  bangun bada subuh atau terlalu panjang tidur siang dan lain-lain. Itu menjadi pengingat bagi diri saya sendiri untuk kelak lebih produktif mengisi ramadhan.

Acara dilanjutkan Tanya jawab. peserta yang bertanya masing masing bertanya tentang proses kreatif non fiksi,  dan menggairahkan minat menulis sejak dini. Jawabanya  antara lain  secara singkat; proses kreatif dimulai dari melihat sikon dan sasaran. Sedangkan untuk minat menulis dapat ditumbuhkan  dengan fun activity dan motivasi .

Kemudian acara ini ditutup dan dilanjutkan foto foto bersama teman teman flp solo.

Saya melanjutkan keliling stand buku, seusai sholat magrib. Ada Kejadian unik; saat saya berputar stan. Tiba di indiva, seorang mbak mbak berjilbab dengan senyum manis plus merayu meminta kertas puisi saya. Sudah dech, kertas yang telah lecek terlipat lipat itu akhirnya saya kasihkan dengan senyuman juga. Semoga bermanfaat ya mbak.. he he

Sekian . thanks for Allah for this chance. Semoga akan bermanfaat

Menderet huruf huruf, mengukir jejak hidup, mendokumentasikan kepingan mozaik journey of my life

TERUS SEMANGAT BERPROSES MENGGORES KEPINGAN KEBAIKAN

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.