Meramu Gagasan Cerdas dan Kreatif dalam Pemanfatan Teknologi untuk Menumbuhkan Generasi Hi-Tech Cinta Budaya
Meramu Gagasan Cerdas dan Kreatif dalam Pemanfatan Teknologi untuk Menumbuhkan Generasi Hi-Tech Cinta Budaya
By : Erny Ratnawati
Budaya adalah kekayaan yang sungguh sangat bernilai harganya. Kebudayaan yang adiluhung adalah ruh dari Nusantara. Kearifan lokal dari Sabang sampai Merauke sungguh sangat beragam macamnya dan mempunyai corak masing masing. Hal ini sejatinya merupakan kekayaan potensial yang menjadi harta karun berharga bagi bangsa Indonesia. Maka dari itu sungguh sangat sayang apabila ditinggalkan. Akan tetapi fakta berbicara pada kenyataannya generasi muda kita kian mengalami degradasi budaya terbukti dengan banyaknya mereka yang kian hari kian acuh terhadap budaya. Oleh karena itu yang perlu kita bangun ke depan bagi bangsa ini adalah melakukan langkah langkah cerdas untuk turut serta menumbuhkan kesadaran bangsa khusunya generasi muda dalam mencintai budaya.
Salah satu usaha kreatif yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatan
dunia teknologi. Penulis menggagas beberapa langkah konkret dan gagasan cerdas yang dapat diaplikasikan sebagai bentuk pemanfaatan dunia teknologi sebagai media menajamkan wawasan anak bangsa terhadap budaya sehingga kelak akan lahir dari rahim bangsa para generasi hi-tech yang mencintai budaya.
Langkah pertama adalah inventarisasi dan dokumentasi melalui portal budaya. Kementrian Budaya dan Pariwisata dapat menjadi fasilitator gagasan ini dibantu dengan kordinasi yang intensif antara pengelola situs budaya, PEMDA/PEMKOT,serta melibatkan kontribusi masyrakat untuk ikut mensukseskannya. Portal budaya dapat didesain sebagai website ensiklopedia digital dimana menyajikan berbagai rincian informasi lengkap mengenai budaya, pariwisata dan kesenian Indonesia. Materi dapat dipostkan selain dengan tulisan juga dengan audio visual, gambar, presentasi dan fitur atraktif lainnya sehingga portal ini mampu menjadi referensi dokumentasi budaya Indonesia yang memiliki performance dan substansi yang layak dan menarik untuk dikunjungi ribuan peselancar maya.
Langkah kedua adalah memasifkan sosialisasi budaya via teknologi informasi
dan komunikasi. Hal ini dapat dilakukan melalui jejaring dunia maya semisal lewat weblog,milis, Facebook, Twitter dan sejenisnya. Group, fanpage, forum, komunitas di jejaring social dapat diaromakan dengan atmosfer dan bumbu pencerdasan budaya. Pengenalan budaya melalui media publik tersebut akan memperluas objek sasaran sosialisasi. Karena akses jejaring social telah begitu dekat dan merambah kehidupan jutaan rakyat Indonesia.Hal tersebut, selain dapat berperan sebagai corong pengenalan dan booming info,dapat diintensifkan juga sebagai media menumbuhkan sense belonging (rasa memiliki) dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.
Langkah ketiga dengan optimalisasi pengembangan fitur multimedia edukasi dan pembelajaran budaya. Piranti multimedia dengan beragam jenisnya dapat kita manfaatkan sebagai media mensosialisasikan budaya. Hal ini dapat berbentuk E-learning dalam paket software Encarta’s culture ataupun kamus elektronik budaya serta perangkat mendidik lainnya seperti pembuatan CD interaktif bertema budaya dengan varatif tema mulai dari level anak anak hingga umum sebagai stimulant bercover audio visual untuk pengenalan budaya lebih intens
Langkah keempat adalah culture innovation. Dengan melakukan inovasi yang ditunjang dengan kemajuan teknologi ICT (Internet, Computer & Telekomunikasi), tentunya dapat dijadikan sebagai asset budaya dan seni Indonesia lebih berkembang cemerlang. Seperti melakukan modifikasi game menjadi game edukasi budaya semisal permainan angklung sunda menjadi game angklung digital atau bamboo beat yang mendapat apresiasi internasional, dolanan online dan contoh produk inovasi lainnya. Dengan meluaskan jaringan atau networking melalui akses teknologi yang ada menjadi support kekuatan bagi pengembangan budaya kita
Posted on Januari 15, 2012, in Artikel Kontemporer and tagged budaya, cinta budaya, generasi muda, hitech, ICT, pariwisata, portal budaya, teknologi. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)