Merangkai Jejak Kaum Intelektual Muda untuk Memperkuat Basis IPTEK di Perguruan Tinggi
Merangkai Jejak Kaum Intelektual Muda untuk Memperkuat
Basis IPTEK di Perguruan Tinggi
*Erny Ratnawati
Semarak millennium ketiga telah diramaikan manusia dengan hentakan hentakan menuju babak sebuah peradaban baru. Perdaban serba canggih dengan sentuhan teknologi yang melesat pesat. Sebuah langkah maju bukti keberhasilan manusia menapak tangga kemajuan ilmu pengetahuan yang selalu dinamis di sepanjang sejarah peradaban
Seperti yang diungkapkan pengamat teknologi dunia, Chellin Cheeri, bahwa dunia tengah dilanda adanya ledakan ( explosion) besar besaran. Arus lalu lintas informasi telah berlipat ganda secara geometrik, dan berkonsekuensi dengan jumlah kontak komunikasi global yang membludak menjadi salah satu pemicu lahirnya Globall village. Globall village sendiri adalah fenomena yang merupakan konsekuensi dari era informasi global yang semakin meluas, dimana negara negara akan masuk berada dalam lingkup satu lingkar dunia, dan tapal batas antar negara telah menembus dimensi ruang dan waktu . Hal ini telah mendorong sebuah diksi bernama ‘globalisasi’ menjadi semakin muncul di permukaan.
Melihat kondisi lapangan berdasarkan berbagai tinjauan yang terjadi dalam perjalanan dunia dalam era global ini, beberapa pakar melihat bahwasanya dunia dalam kungkungan globalisasi sejatinya digerakkan oleh dua kekuatan utama yaitu teknologi dan perdagangan. Oleh karena itu, maka daya saing itu akan sangat bergantung pada (1) kemampuan kita untukmenguasai teknologi dengan basis ilmu pengetahuan yang kuat, dan (2) kemampuan kita dalam membangun kelembagaan ekonomi yang efisien.
Kedua hal tersebut secara imperatif menjadi faktor yang menentukan dalam usaha memenangkan kompetisi global. Dengan demikian, upaya untuk menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merupakan agenda pembangunan di masa depan, yang teramat penting dan mendesak untuk mendapatkan prioritas. Dalam GBHN dinyatakan dengan tegas mengenai pentingnya peran iptek dalam pembangunan nasional. IPTEK ditempatkan sebagai salah satu asas penting dalam pembangunan.
Namun, Perkembangan IPTEK di berbagai bidang di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya diiringi dengan adanya peningkatan kualitas SDM. Sebab, kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Negara-negara Asia
seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, dan Singapura membuktikan kebenaran hal tersebut. Kelima negara yang disebut sebagai actor yang menandakan “Kebangkitan Ekonomi Asia” itu, telah berhasil mendorong kemajuan ekonomi mereka secara spektakuler dan mengagumkan. Tumpuan kemajuan mereka bukanlah kekayaan alam yang melimpah, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Lompatan ekonomi itu digambarkan oleh Bank Dunia sebagai the East Asian Miracle -keajaiban negara-negara Asia Timur. Pertumbuhan ekonomi yang berlangsung secara amat mengesankan di negara-negara yang disebut “Macan Asia” itu, justru dikarenakan mereka berhasil dalam investasi human capital-nya.
Oleh karena itu, perhatian yang sungguh-sungguh selayaknya diberikan dengan salah satu focus perhatian penyiapan SDM untuk memuluskan agenda pembangunan IPTEK itu sendiri.
Mempersiapkan SDM Pembangun IPTEK dari Pojok Perguruan Tinggi
Socrates beranggapan bahwa dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi terus-menerus mencetuskan permasalahan-permasalan baru yang tidak ada kunjung habisnya . Anggpan itu selayaknya dipatahkan, tidak sekedar perkataan, namun juga perbuatan. Saatnya untuk kembali menunjukkan taring taring perguruan tinggi. Salah satunya, sebagai gudang akademisi, maka pengembangan IPTEK berdaya guna menjadi ranah strategis disana untuk dapat digalakkan kembali oleh kampus dan para civitas akademika didalamnya
Mengingat bahwa pada dasarnya sebuah Perguruan Tinggi sesuai pasal 7 ayat (1) dan (2) memang dibentuk dengan fungsi membentuk SDM ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Oleh karena itu, guna menjalankan fungsi tersebut, perguruan tinggi diamanatkan untuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat sesuai dengan kemajuan iptek. Hal tersebut tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan sinergisitas kampus sebagai institut pendidik, penelitian sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Kebijakan nasional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 18 Tahun 2002, tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek telah menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu unsur kelembagaan iptek selain lembaga litbang, badan usaha, dan lembaga penunjang, berarti hal tersebut praktis menempatkan mahasiswa sebagai komponen utama kampus turut serta menjadi bahan bakar motor perkembangan IPTEK bangsa.
Mahasiswa Mengambil Peran dalam Kontribusi Mengembangkan IPTEK di Kampus
Mahasiswa, dalam kemafhuman bahasanya, dimana menyandang atas predikat `maha ` yang bertengger di kata depan sebelum “siswa” yang mana tentu memiliki implikasi makna tersendiri. Mahasiswa disebut sebut sebagai jenjang teratas dari siswa- (kaum terpelajar red). Stigma mahasiswa yang lekat dengan sebutan sebagai kaum intelektual muda pun sudah tak lagi menjadi sebuah diksi yang asing di telinga. Mahasiswa memang selalu dikenal dan identik dengan intelektualitas. Sehingga mahasiswa juga digadang gadang menjadi aktor perubahan. Mahasiswa dengan slogan klasiknya, agent of change dan iron stock selalu diharapkan dapat menjadi tumpuan masyrakat untuk berperan sebagai kontributor vital dalam menapak perjalanan bangsa dalam pembangunan nasional di segala bidang.
Ada tiga ciri utama yang melekat erat pada pemuda dan mahasiswa yang dapat digunakan sebagai bahan bakar penggerak pembangunan. Pemuda dan mahasiswa memiliki idealisme, semangat tinggi dan mampu berpikir bebas. Kekuatan ini selayaknya menjadi bekal yang dapat dipakai untuk melandasi buah pemikiran yang terinternalisasi dalam usaha riil terjun ke lapangan untuk mengatasi berbagai persoalan krusial bangsa.
Untuk itu, kembali dalam perannya sebagai komponen utama kampus untuk turut serta menjadi bahan bakar motor perkembangan IPTEK bangsa, mahasiswa sudah selayaknya berperan untuk mengambil bagian untuk meramaikan kehidupan kampus dalam suasana kondusif kampus dalam iklim keilmiahan dan ilmu pengetahuan. Berperan aktif dalam menyemarakkan kampus dengan aktivitas yang sekaligus menjadi sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan, profesi, integritas kepribadian, sikap ilmiah dalam rangka untuk menumbuhkan iklim akademis menyuburkan perkembangan IPTEK di pojok pojok kampus. Pengembangan diri mahasiswa unggul dapat diwujudkan dengan berperan aktif dalam berbagai macam kegiatan antara lain pelatihan, seminar , dan berbagai kegiatan sofskill lainnya.
Selain itu, dalam tataran aplikasi mahasiswa sudah sepantasnya
pula berperan aktif dan kreatif dalam menyarikan perannya sebagai iron stock dimana mempunyai peran yang sangat besar terhadap perkembangan sebuah bangsa. Karena, melalui tangan tangan intelektual muda ini, dihasilkanlah karya-karya miniatur perkembangan kemajuan bangsa. Sebagai generasi intelektual bangsa, mahasiswa mempunyai peluang yang sangat besar untuk melakukan inovasi terutama di bidang ilmu pengetahuan, riset dan teknologi.
Mahasiswa merupakan cikal bakal harapan bangsa yang paling diharapkan untuk bisa berperan aktif dalam proses pembangunan yang berbasis keilmuan. Oleh karena adanya motivasi motivasi untuk tumbuh melakukan inovasi inovasi mahasiswa di bidang penelitian dan IPTEK sejatinya menjadi self awareness bagi personal mahasiswa tidak hanya dari rumpun science saja namun juga rumpun yang lain. Karena masing masing memiliki lahan garapan yang saling berkolerasi dan bersimbiosis.
Selain hal tersebut, hendaknya mahasiswa juga bergiat lebih intens
dalam fokus disiplin ilmu yang ditekuni dengan tetap memperhatikan permasalahan yang timbul dan kebutuhan nyata masyarakat. Dalam UUD 1945 mengamanatkan pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Perkembangan iptek yang semakin mendalam membutuhkan para peneliti peneliti yang secara kontinu mengembangkannya. Disini mahasiswa hendaknya bersiap menjadi generasi muda peneliti yang memulai untuk dapat melakukan penelitian atau riset terpadu berdasar disiplin ilmu di kampus masing masing, sehinga hasil risetnya dapat digunakan sebagai bekal untuk mengembangakan khasanah ilmu pengetahuan yang mana secara berkelanjutan akan me jadi starting point solusi strategis rekonstruksi permasalahan di masyarakat
Sekali lagi, mahasiswa sebagai generasi intelektual akan dihargai eksistensinya dengan kualitas intelektualnya pula. Bangsa ini tengah menanti solusi- solusi dan gagasan brilian dari anak bangsanya Sebagai kaum yang bercover highly educated dan dianggap memiliki daya nalar kekritisan yang tinggi tentu mahasiswa memiliki bargaining power yang cukup kuat untuk menyumbangkan pemikiran yang rekonstruktif dan solutif terhadap permasalahan seputar bangsa.
Salah satu langkahnya adalah mengambil peran untuk memajukan
IPTEK melalui media perguruan tinggi yang memang di set up sebagai gudang keilmuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Dengan ini Mahasiswa akan menjadi sosok yang dapat memberikan sumbangsih masyrakat kelak baik dari segi pemikiran maupun actionnya. Sehingga niscaya peran mahasiswa akan menjadi lebih nyata dan bermakna.
Posted on Desember 31, 2011, in Goresan Penaku and tagged ilmuwan muda, inovasi, intelektual, IPTEK, mahasiswa, penelitian, teknologi. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)